Perlu sobat ketahui, saya baru berusia 17 tahun pada bulan lalu,tetapi saya langsung terdaftar sebagai peserta pemilu, saya merasa senang bisa ikut berpartisipasi menggunakan hak pilih saya sebagai warga negara indonesia.Tetapi saya juga merasa sedih karena berarti tandanya saya sudah menginjak dewasa dan kehilangan masa kanak kanak saya.
saya sangat antusias mengikuti pemilu, karena ada salah satu calon kandidat yang saya sukai,selain itu karena bapak saya juga menjadi panitia TPS, pada jauh jauh hari sebelum dilaksanakan pemilu saya membantu bapak saya untuk mendata masyarakat yang akan menjadi pemilih di pilkada. tentunya itu merupakan suatu pelajaran baru bagi saya selaku pemula. Meskipun tempat TPS nya sederhana dan tidak ada yang istimewa, dan saya tidak mempunyai teman untuk diajak nyoblos ke TPS tetapi saya tetap ikut berpartisipasi. Disana saya merasa paling muda karena di TPS hanya terdapat orang dewasa dan orang tua saja.
Saya memilih calon kandidat sesuai kata hati saya tanpa ada suruhan dari orang tua ataupun sogokan dari calon kandidat,pernah ada yang membagikan sembako ke rumah dan saya terima,tetapi saya tetap memilih calon pilihan saya.












